Total Tayangan Halaman

Kamis, 05 Agustus 2021

Mari Berkenalan Dengan Teks Eksplanasi

 Apa sih yang dimaksud dengan Teks Eksplanasi?


Secara etimologi, eksplanasi berasal dari bahasa Inggris yaitu explanation yang berarti penjelasan. Teks ekplanasi dapat diartikan sebagai teks yang memberikan penjelasan tentang suatu proses atau fenomena baik fenomena alam, sosial maupun budaya. Mari kita simak definisi teks eksplanasi menurut para ahli di bawah ini:

  • Kosasih (2014:178)

Bila dikaitkan dengan genre teks, pengertian teks eksplanasi adalah suatu teks yang menjelaskan tentang suatu proses atau peristiwa mengenai asal-usul, proses, atau perkembangan suatu fenomena, mungkin berupa peristiwa alam, sosial, ataupun budaya.

  • Barwick (2007,50)

Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses dan alasan sesuatu di dunia bisa terjadi.

  • Anderson & Anderson (2000, hlm.80)

Teks eksplanasi adalah teks yang berujuan untuk menjelaskan fenomena yang
terjadi di dunia kita.

  • Restuti 2013:85

Teks Eksplanasi merupakan sebuah teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial.

  • Mahsun ( 2013: 189 )

Teks Eksplanasi adalah teks yang disusun dengan struktur yang terdiri atas bagian-bagian yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi/penutup. Baik pernyataan pertama maupun kedua sama-sama benar dan saling melengkapi satu sama lain.

  • The Contemporary English-Indonesian Dictionary: 651

Menurut The Contemporary English-Indonesian Dictionary, pengertian Explanation Teks adalah sebuah teks yang berisi tentang proses-proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya.

    Nah sekarang, kalian sudah tahu kan apa itu teks eksplanasi, pada kesempatan berikutnya kalian akan menemukan informasi lebih lanjut mengenai karakeristik, struktur dan unsur kebahasaan dalam teks eksplanasi. 


Rabu, 21 November 2018

Seven Habits for Family Project - Day 10 "Be Proactive"


Kemarin, Abi membeli sebuah pisang kepok yang sudah sangat matang. Ia berkata ingin sekali makan pisang goreng ditemani secangkir kopi. Namun, pisang yang abi beli ternyata terlalu matang, sehingga saat digoreng menjadi lembek dan tidak seenak biasanya. Aku sendiri sebenarnya tidak masalah toh rasanya masih dapat diterima lidah walaupun bentuknya letoy dan saya lihat ekspresi Abi pun tetap santai menikmati goreng pisang ini hehehehe…

Hari ini, tak disangka dan tak diduga, Abi pergi ke dapur dan mengulik sisa pisang kepok kemarin. Saya pun membiarkan saja karena untuk urusan masak-memasak bisa dikatakan Abi jauh lebih lihai daripada ibu bangsa ini hehehe...

Ketika aku menanyakan apa yang ia lakukan, Abi hanya menjawab “udah jagain aja bocah, tunggu aja…”

Baik kanda, dinda manut hihihi…

Setengah jam berselang, ternyata pisang yang terlalu matang tadi diolah oleh Abi sedemikian rupa hingga terasa lebih enak dan kenyal dengan campuran terigu dan entah apalagi, karena saat ditanya resepnya, Abi hanya bilang “resepnya cuma cinta” #uhuuuy

Yang jelas karena keromantisannya dengan bertema pisang kepok hari ini, Abi mendapat hadiah stirker di pohon seven habits pada indikator ‘be proactive – memiliki ide kreatif dan selalu berinisiatif’

Terima kasih Abi 


#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3

Seven Habits for Family Project - Day 9 "Think Win Win"

Di usianya yang memasuki usia 3 tahun, Faqih sudah dapat memahami rutinitas orang tuanya. Di awal usia 1-2 tahunnya, setiap aku akan berangkat ke sekolah untuk mengajar, pasti ada drama rutin menenangkan tangisannya dan hati ini akan sangat teriris meninggalkan anak-anak dalam keadaan menangis.

Kini, setiap aku akan berangkat tiada lagi tangisan drama yang mengiringi melainkan telah berganti dengan  kata-kata penyemangat yang membuat hati ini berbunga-bunga.

Me         : “Umi sekolah dulu ya ka…” (salim)
Faqih     : “iya Umi sayang, hati-hati umi, cepat pulang…”

Dan kata-kata ‘hati-hati umi’ akan terus ia teriakan sampai aku tak terlihat di ujung gang, kadang para tetanggaku akan berkomentar “duh, bu guru… so sweet banget anaknya”. Alhamdulillah… hal-hal kecil ini begitu berarti untuk membangun semangat bekerja setiap hari.

Namun, hari ini tidak seperti biasanya Faqih “ngadat” lagi melepas keberangkatanku. Akhirnya kami pun berdialog.
Me         : “Kakak kenapa? Umi kan mau sekolah dulu…”
Faqih     : “ga boleh” sambil nangis
Me         : “Kenapa ga boleh?” Faqih menjawab dengan isak tangis.

Duh inilah dilemma ibu yang bekerja di ranah publik, meninggalkan anak dengan tangisan itu sangat perih…. periiih sekali. Akhirnya aku pun memberikan win win solution. Dengan gesture yang telah kami sepakati sebelumya, aku berkata “Kak, yuk kita think win win , kakak mau sama umi, tapi umi harus sekolah dulu, nanti pulang sekolah kita main sama-sama ya, jalan-jalan naik motor, kita cari kuda (baca:delman)”

Faqih mulai berhenti menangis, “mau cari kuda…” katanya lagi.

“Tapi pulang sekolah ya, umi sekarang sekolah dulu.” Ujarku berbagi solusi.
Ia masih menangis seraya mendengarkan pilihan-pilihan kegiatanm yang nanti akan kami lakukan sepulangnya aku dari sekolah.

“oke… umi hati-hati” kata Kakak pada akhirnya masih dengan sedikit sisa isakan.

Masya Allah, laki-laki kecilku seringkali membuat ibunya berbunga-bunga, mudah2an menjadi anak sholeh ya nak!



#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3

Seven Habits for Family Project - Day 8 "Synergizes"

Hari ini, kegiatan kami bersama anak-anak adalah melukis. 

Berawal dari mewarnai kertas bergambar, kemudian saat kertasnya sudah penuh, Kakak mulai bereksperimen dengan tangannya, maka beralihalah kegiatan kami menjadi body painting. Belum cukup sampai di situ, Kakak mulai bereksperimen lagi dengan mewarnai ulang mainan-mainannya dengan cat poster yang kami sediakan. Wuaaahh full of color banget hari ini. 

Nah, karena kegiatan ini kami lakukan bersama dan masing-masing mengambil peran dengan baik seperti misalnya Abi yang membantu mendampingi Adek dan aku sendiri yang mendampingi Kakak, maka masing-masing orang di keluarga kami mendapat satu stiker di ranting Synergizes pada buah "Dapat bekerja sama dengan orang lain".

Alhamdulillah....





#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3

Seven Habits for Family Project - Day 7 "Put First Think First"


Tibalah saat weekend…
Saat merapel segala pekerjaan rumah (baca: mencuci dan menggosok)
Padahal kami sudah punya rencana akan jalan-jalan keluar untuk nge-date di hari Sabtu dan pergi bersama berempat hari Minggu, tapi…

Tiba-tiba Abi menunjuk ranting Put First Think First, duh sekarang punya alat ya untuk menegur dengan halus, baiklah saatnya mengisi stiker pada buah “mendahulukan bekerja/belajar sebelum bermain”

Jadi, kami berdiskusi untuk memilih salah satu, mau nge-date atau pergi bersama? rasanya kok lebih condong pergi bersama yah... baiklah, akhirnya diputuskanlah pergi bersama pada hari Minggu.

Sedangkan untuk hari ini, jeng jeng jeng... kami harus bekerja sama mencuci pakaian,  sedangkan untuk kegiatan menggosok terpaksa didelegasikan pada orang lain dengan bayaran karena mamak tak sanggup untuk menggosok huhuhu ☹️

#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3

Seven Habits for Family Project - Day 6 "Sharpen The Saw"




Alhamdulillah, hari ini mendapat undangan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran kota Tangerang Selatan untuk mengikuti pelatihan mengenai metode pembelajaran bahasa.

Acara ini diisi oleh dua narasumber yaitu Pak Arif selaku pengawas provinsi Banten dan Ibu Widia selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 5 Tangerang yang telah memiliki segudang prestasi. Acara ini dilaksanakan dari pukul 08.00 s.d 15.00 WIB disertai denga peer teaching pada akhir acara.

Senangnya dapat berkumpul di majlis ilmu untuk memepertajam wawasan dan cara mengajar, semoga bisa langsung diimplementasikan dalam proses KBM di kelas. Daan yeaay… tambah satu stiker di ranting sharpen the saw…


#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3

Seven Habits for Family Project - Day 5 "One to One"

Baik, tibalah saat kami menginternalisasi setiap kegiatan dengan tema Seven Habits ini.

Untuk kebiasaan pertama yaitu one to one dalam poin put first think first. Kegiatan ini adalah kegiatan dimana kami harus meluangkan waktu dan membuat quality time dengan anak-anak, berdua saja alias nge-date. #yeaaaay

Jadi, kegiatannya tidak dilakukan oleh semua anggota keluarga namun hanya berdua  ibu-anak/ayah-anak. Hari ini, aku memilih bermain bersama Adik, sedangkan Abi bermain bersama Kakak. Aku memilih menghabiskan hari di luar, kupilih taman BXC sebagai tempatku menghabiskan waktu bersama Adik. Sedangakan Abi memilih bermain di rumah bersama Faqih, kudengar mereka akan melukis, ah… terbayang nanti pulang pasti rumah jadi kapal pecah #duuh

Kenapa sih kegiatan ini penting untuk dilakukan?

Untuk kami, pasangan yang memiliki dua orang anak apalagi dengan jarak dekat, pasti waktu dan perhatian menjadi tidak sepenuhnya tercurah pada satu orang anak. Dengan one to one, kami dapat membuat bonding lebih baik, anak-anak nantinya akan merasa lebih dekat dan memiliki special moment bersama Ibu atau ayahnya. Untuk jangka panjang, kegiatan ini memungkinkan anak memiliki waktu khusus untuk bercerita dengan orang tuanya sehingga mereka bisa lebih terbuka.

Dengan kegiatan ini, aku dapat memfokuskan diri bermain bersama Adik, Kakak pun bisa mendapat perhatian penuh dari Abinya. Minggu depan kami akan berganti pasangan, sehingga maisng-masing memiliki kesempatan yang sama.


nge-date bersama Adek ♡



#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3