Total Tayangan Halaman

Selasa, 29 November 2022

ANESSA Moisture UV Sunscreen Mild Gel SPF 35 PA +++ untuk Kulit Sensitif

 


Pencarian sunscreen yang cocok untuk kulit sensitif memang agak sulit ya Beauties. Aku tertarik mencoba sunscreen ini, selain karena Anessa adalah brand terbaik di Jepang yang fokus pada produk sunscreen, juga karena tag line varian ini adalah untuk kulit sensitif. Bagaimana hasil pemakaian sun screen ini di kulit wajahku? Silakan simak uraian selanjutnya ya beauties.

Tekstur

Berbeda dengan varian Anessa sunscreen mild milk yang bertekstur cair, sesuai namanya, tekstur varian gel ini lebih padat selayaknya tekstur gel walaupun sebenarnya menurutku ini lebih seperti cream sih. Kenapa? Karena tekstur gel dibayanganku itu berwarna bening ya, namun gel ini creamy berwarna putih. Jelas berwarna putih, karena Anessa ini sunscreen hybrid, physical sunscreen pasti berwarna putih. Jadi, antara aku yang salah ekspektasi atau Anessa yang salah kasih nama hehehe…

Kandungan Inti

  • AntioxidantTocopherol
  • Skin-identical ingredientGlycerin, Hyaluronic Acid Na
  • SoothingDipotassium Glycyrrhizate
  • SunscreenZinc Oxide, Ethylhexyl Triazone, Hexyl Diethylaminohydroxybenzoylbenzoate, Bemotrizinol

Jika dilihat kandungannya, lebih dari 50% sun screen ini mengandung skin care, jadi sangat membuatku penasaran.

Experience

Sayangnya ekpektasiku tidak sesuai dengan hasil yang kudapat. Entah mengapa di kulitku sun screen ini kurang cocok huhuhu… sad T_T. Aku lebih nyaman menggunakan varian mild milk dari Anessa yang super light. Untuk varian gel ini menurutku daya serapnya lebih lama dari varian milk (ya pasti sih karena lebih thick kan ya), karena itu white cast-nya lebih lama dan terasa greasy di kulitku. Sebenarnya kalau hanya whitecast dan greasy aku masih bisa pakai sih, hanya saja varian ini membuat kulit wajahku jadi beruntusan, super sad T_T. Lagi-lagi skin care itu sangat preference ya Beauties, experience di kulitku belum tentu sama di kulit orang lain. Buktinya, banyak reviewer lain yang cocok dan jatuh cinta dengan varian ini.

Harga

Kalian bisa membeli ANESSA Moisture UV Sunscreen Mild Gel SPF 35 PA +++ dengan harga Rp. 350.000 – Rp. 450.000 di official store Anessa (Shopee/Tokopedia).


SKIN 1004 Madagascar Centella Ampoule Foam - Facial Wash dengan 33% Ektrak Centella

 


Jika Beauties sedang mencari sabun wajah yang aman untuk kulit sensitif, maka SKIN 1004 Madagascar Centella Ampoule Foam wajib masuk dalam list sabun wajah Mama. Kenapa? Karena seperti rangkaian Skin1004 varian basic, produk ini dapat dipastikan bebas fragrance, paraben, dan alkohol.

Seperti namanya, ampoule foam, sabun wajah ini mengandung sekitar 33% ektrak Centella Asiatica dari Madagascar yang terpercaya mampu menenangkan kulit dan membuatnya lebih cerah. Ampoule Foam ini juga mengandung  PH balancing 5% sehingga Mama tidak akan merasa kulit ketarik setelah mencuci wajah.

Tekstur

Tekstur foam ini seperti pasta yang cukup padat dengan butiran putih kecoklatan, warna khas centella. Sekilas, tekturnya seperti scrub, namun setelah diusapkan, tidak terasa butiran2 sama sekali, jadi cukup aman untuk Mama yang memiliki kulit Acne Prone.

Kemasan

Kemasan foam ini adalah tube dengan tutup fliptop, cukup aman dan higienis. Dengan warna full coklat dan label berwarna putih khas rangkaian skin 1004 varian basic yang mengesankan kealamian Madagascar.

Experience

Jujur aku suka sekali dengan foam ini, karena aku merasa setelah cuci muka dengan ampoule foam ini kulitku jadi lebih lembut, bersih dan cerah seketika. Tidak ada kesan ketarik, sehingga aku tidak perlu terburu-buru menggunakan toner setelah cuci muka.

Harga

Walaupun harga non diskon produk ini dibandrol dengan harga Rp. 475.492, namun kalian bisa membeli SKIN 1004 Madagascar Centella Ampoule Foam di rentang harga Rp. 145.000 – Rp. 170.000 di official store Skin1004.id karena produk ini sering sekali di diskon up to 70%.

Dewpre Paeonia Brightening Fluid - Inovasi Baru Toner dan Emulsion

 

Jujur, awalnya aku mengira Dewpre ini produk dari Korea loh karena desain dan tampilannya yang khas produk korea. Namun, ternyata salah besar, produk yang sudah diulas dan dirokendasikan oleh banyak beauty enthusiast ini ternyata brand lokal. Wow, makin bangga ga sih dengan produk lokal yang makin ke sini makin keren kualitasnya.

Aku happy banget karena bisa mendapatkan produk ini hanya dengan harga seribu perak hahahha… (bangga banget bisa menang war flash sale) langsung jingkrak-jingkrak kalau dapet flash sale yang WOW seperti ini.

Menurutku skin care dari Dewpre ini punya desain kemasan yang khas produk-produk Korea, putih, simple, clean, dan juga besar! Brightening fluid ini yang kemasannya  paling tinggi di antara toner-toner yang aku punya. Plusnya, isinya cukup banyak yaitu 120ml, jadi kita mau pakai juga ga sayang-sayang. Minusnya, agak sulit untuk dibawa bepergian. Namun solusinya mudah sih, tinggal taruh di kemasan yang lebih kecil aja, ga ada masalah kok. Nah kemasannya juga pakai tipe yang airless pump, jadi nanti cairan akan selalu terlihat penuh dan bagian bawahnya terpompa ke atas. Inovatif banget, deh.

Kandungan

Brightening fluid ini mempunyai 3 (tiga) kandungan unggul, yaitu:

  • Niacinamide: mempunyai banyak fungsi bagi kulit, seperti mencerahkan, mengurangi hiperpigmentasi, menyamarkan kerut pada wajah, dan memperkuat skin barrier.
  • Glycerin: menambah kadar air pada kulit, membantu mempertahankan kelembaban pada wajah.
  • Paeonia Lactiflora Extract: ekstrak bunga peony, berfungsi untuk mencerahkan wajah dan antioksidan. 

Oiya, kenapa sih dinamakan fluid? Karena produk ini adalah gabungan toner dengan emulsion sehingga teksturnya lebih kental dari toner biasa. Karena itu pula, produk ini sangat melembabkan.

Experience

Aku baru seminggu si pakai fluid ini, tapi efeknya tuh instan banget. Kulit terasa langsung plumpy, halus dan lembab. Walau pun punya efek melembabkan, tapi produk ini mudah meresap dan dapat di layer dengan skin care lain, ga terasa tebal gitu. Aku juga suka sekali dengan wanginya, wangi khas bunga, Paeonia sendiri adalah bunga yang berasal dari Tiongkok yang memiliki segudang manfaat dan kaya akan anti oksidan. Over all aku suka banget dengan Dewpre Paeonia Brightening Fluid ini, recommended ya beauties.

Oiya, kalian bisa membeli produk ini di Official Store Dewpre dengan harga normal Rp. 199.000 di Shopee.

TAVI Urban Shield 3 in 1 Super Fine Mist



Siapa Beauties di sini yang sering keluar rumah atau justru di dalam rumah/kantor namun intens terpapar AC? Pasti kulit terasa kering ya kan? Nah karena itu, aku ingin merekomendasikan face mist yang serbaguna, produk best-seller dari Tavi!

Face mist ini adalah produk yang dapat secara praktis dan instan melembabkan kulit kita.. Kandungan utama dari TAVI Urban Shield 3 in 1 Super Fine Mist ini sendiri adalah Superberries + Amino Acid Complex, yang berperan sebagai anti-polusi dan anti-bluelight, sekaligus menyegarkan dan melembapkan kulit. Siapa pun akan suka dengan produk ini karena praktis, bisa dipakai kapan saja, dan bikin kulit terlihat fresh terus!

Experience

Produk ini benar-benar bikin aku jatuh cinta pada penggunaan pertama! Sesuai namanya, mist-nya itu memang ultra-halus, nggak bikin kulit jadi “kaget” atau terasa sangat basah. Rasanya relaxing sekali, Face mist ini ga bikin mata perih dan juga tidak mengandung fragrance, aman untuk pemilik kulit sensitif. Face mist ini bisa dipakai sebelum menggunakan toner dan rangkaian skincare lainnya, sebagai primer sebelum make up, sebagai setting spray, atau kapan saja saat kulit mulai terasa kering dan terlihat kusam. Multifungsi banget, kan? Karena terlalu suka, aku bisa memakainya berkali-kali dalam sehari, supaya kulit tetap lembap dan dewy. Untuk kalian yang punya kulit kering atau ingin punya kulit glowing, pasti akan suka deh dengan produk satu ini!

Beauties dapat membeli produk ini seharga Rp. 99.000 di e-commerce kesayangan kalian, selamat mencoba!

Kamis, 05 Agustus 2021

Mari Berkenalan Dengan Teks Eksplanasi

 Apa sih yang dimaksud dengan Teks Eksplanasi?


Secara etimologi, eksplanasi berasal dari bahasa Inggris yaitu explanation yang berarti penjelasan. Teks ekplanasi dapat diartikan sebagai teks yang memberikan penjelasan tentang suatu proses atau fenomena baik fenomena alam, sosial maupun budaya. Mari kita simak definisi teks eksplanasi menurut para ahli di bawah ini:

  • Kosasih (2014:178)

Bila dikaitkan dengan genre teks, pengertian teks eksplanasi adalah suatu teks yang menjelaskan tentang suatu proses atau peristiwa mengenai asal-usul, proses, atau perkembangan suatu fenomena, mungkin berupa peristiwa alam, sosial, ataupun budaya.

  • Barwick (2007,50)

Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses dan alasan sesuatu di dunia bisa terjadi.

  • Anderson & Anderson (2000, hlm.80)

Teks eksplanasi adalah teks yang berujuan untuk menjelaskan fenomena yang
terjadi di dunia kita.

  • Restuti 2013:85

Teks Eksplanasi merupakan sebuah teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial.

  • Mahsun ( 2013: 189 )

Teks Eksplanasi adalah teks yang disusun dengan struktur yang terdiri atas bagian-bagian yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi/penutup. Baik pernyataan pertama maupun kedua sama-sama benar dan saling melengkapi satu sama lain.

  • The Contemporary English-Indonesian Dictionary: 651

Menurut The Contemporary English-Indonesian Dictionary, pengertian Explanation Teks adalah sebuah teks yang berisi tentang proses-proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya.

    Nah sekarang, kalian sudah tahu kan apa itu teks eksplanasi, pada kesempatan berikutnya kalian akan menemukan informasi lebih lanjut mengenai karakeristik, struktur dan unsur kebahasaan dalam teks eksplanasi. 


Rabu, 21 November 2018

Seven Habits for Family Project - Day 10 "Be Proactive"


Kemarin, Abi membeli sebuah pisang kepok yang sudah sangat matang. Ia berkata ingin sekali makan pisang goreng ditemani secangkir kopi. Namun, pisang yang abi beli ternyata terlalu matang, sehingga saat digoreng menjadi lembek dan tidak seenak biasanya. Aku sendiri sebenarnya tidak masalah toh rasanya masih dapat diterima lidah walaupun bentuknya letoy dan saya lihat ekspresi Abi pun tetap santai menikmati goreng pisang ini hehehehe…

Hari ini, tak disangka dan tak diduga, Abi pergi ke dapur dan mengulik sisa pisang kepok kemarin. Saya pun membiarkan saja karena untuk urusan masak-memasak bisa dikatakan Abi jauh lebih lihai daripada ibu bangsa ini hehehe...

Ketika aku menanyakan apa yang ia lakukan, Abi hanya menjawab “udah jagain aja bocah, tunggu aja…”

Baik kanda, dinda manut hihihi…

Setengah jam berselang, ternyata pisang yang terlalu matang tadi diolah oleh Abi sedemikian rupa hingga terasa lebih enak dan kenyal dengan campuran terigu dan entah apalagi, karena saat ditanya resepnya, Abi hanya bilang “resepnya cuma cinta” #uhuuuy

Yang jelas karena keromantisannya dengan bertema pisang kepok hari ini, Abi mendapat hadiah stirker di pohon seven habits pada indikator ‘be proactive – memiliki ide kreatif dan selalu berinisiatif’

Terima kasih Abi 


#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3

Seven Habits for Family Project - Day 9 "Think Win Win"

Di usianya yang memasuki usia 3 tahun, Faqih sudah dapat memahami rutinitas orang tuanya. Di awal usia 1-2 tahunnya, setiap aku akan berangkat ke sekolah untuk mengajar, pasti ada drama rutin menenangkan tangisannya dan hati ini akan sangat teriris meninggalkan anak-anak dalam keadaan menangis.

Kini, setiap aku akan berangkat tiada lagi tangisan drama yang mengiringi melainkan telah berganti dengan  kata-kata penyemangat yang membuat hati ini berbunga-bunga.

Me         : “Umi sekolah dulu ya ka…” (salim)
Faqih     : “iya Umi sayang, hati-hati umi, cepat pulang…”

Dan kata-kata ‘hati-hati umi’ akan terus ia teriakan sampai aku tak terlihat di ujung gang, kadang para tetanggaku akan berkomentar “duh, bu guru… so sweet banget anaknya”. Alhamdulillah… hal-hal kecil ini begitu berarti untuk membangun semangat bekerja setiap hari.

Namun, hari ini tidak seperti biasanya Faqih “ngadat” lagi melepas keberangkatanku. Akhirnya kami pun berdialog.
Me         : “Kakak kenapa? Umi kan mau sekolah dulu…”
Faqih     : “ga boleh” sambil nangis
Me         : “Kenapa ga boleh?” Faqih menjawab dengan isak tangis.

Duh inilah dilemma ibu yang bekerja di ranah publik, meninggalkan anak dengan tangisan itu sangat perih…. periiih sekali. Akhirnya aku pun memberikan win win solution. Dengan gesture yang telah kami sepakati sebelumya, aku berkata “Kak, yuk kita think win win , kakak mau sama umi, tapi umi harus sekolah dulu, nanti pulang sekolah kita main sama-sama ya, jalan-jalan naik motor, kita cari kuda (baca:delman)”

Faqih mulai berhenti menangis, “mau cari kuda…” katanya lagi.

“Tapi pulang sekolah ya, umi sekarang sekolah dulu.” Ujarku berbagi solusi.
Ia masih menangis seraya mendengarkan pilihan-pilihan kegiatanm yang nanti akan kami lakukan sepulangnya aku dari sekolah.

“oke… umi hati-hati” kata Kakak pada akhirnya masih dengan sedikit sisa isakan.

Masya Allah, laki-laki kecilku seringkali membuat ibunya berbunga-bunga, mudah2an menjadi anak sholeh ya nak!



#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3

Seven Habits for Family Project - Day 8 "Synergizes"

Hari ini, kegiatan kami bersama anak-anak adalah melukis. 

Berawal dari mewarnai kertas bergambar, kemudian saat kertasnya sudah penuh, Kakak mulai bereksperimen dengan tangannya, maka beralihalah kegiatan kami menjadi body painting. Belum cukup sampai di situ, Kakak mulai bereksperimen lagi dengan mewarnai ulang mainan-mainannya dengan cat poster yang kami sediakan. Wuaaahh full of color banget hari ini. 

Nah, karena kegiatan ini kami lakukan bersama dan masing-masing mengambil peran dengan baik seperti misalnya Abi yang membantu mendampingi Adek dan aku sendiri yang mendampingi Kakak, maka masing-masing orang di keluarga kami mendapat satu stiker di ranting Synergizes pada buah "Dapat bekerja sama dengan orang lain".

Alhamdulillah....





#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3

Seven Habits for Family Project - Day 7 "Put First Think First"


Tibalah saat weekend…
Saat merapel segala pekerjaan rumah (baca: mencuci dan menggosok)
Padahal kami sudah punya rencana akan jalan-jalan keluar untuk nge-date di hari Sabtu dan pergi bersama berempat hari Minggu, tapi…

Tiba-tiba Abi menunjuk ranting Put First Think First, duh sekarang punya alat ya untuk menegur dengan halus, baiklah saatnya mengisi stiker pada buah “mendahulukan bekerja/belajar sebelum bermain”

Jadi, kami berdiskusi untuk memilih salah satu, mau nge-date atau pergi bersama? rasanya kok lebih condong pergi bersama yah... baiklah, akhirnya diputuskanlah pergi bersama pada hari Minggu.

Sedangkan untuk hari ini, jeng jeng jeng... kami harus bekerja sama mencuci pakaian,  sedangkan untuk kegiatan menggosok terpaksa didelegasikan pada orang lain dengan bayaran karena mamak tak sanggup untuk menggosok huhuhu ☹️

#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3

Seven Habits for Family Project - Day 6 "Sharpen The Saw"




Alhamdulillah, hari ini mendapat undangan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran kota Tangerang Selatan untuk mengikuti pelatihan mengenai metode pembelajaran bahasa.

Acara ini diisi oleh dua narasumber yaitu Pak Arif selaku pengawas provinsi Banten dan Ibu Widia selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 5 Tangerang yang telah memiliki segudang prestasi. Acara ini dilaksanakan dari pukul 08.00 s.d 15.00 WIB disertai denga peer teaching pada akhir acara.

Senangnya dapat berkumpul di majlis ilmu untuk memepertajam wawasan dan cara mengajar, semoga bisa langsung diimplementasikan dalam proses KBM di kelas. Daan yeaay… tambah satu stiker di ranting sharpen the saw…


#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3

Seven Habits for Family Project - Day 5 "One to One"

Baik, tibalah saat kami menginternalisasi setiap kegiatan dengan tema Seven Habits ini.

Untuk kebiasaan pertama yaitu one to one dalam poin put first think first. Kegiatan ini adalah kegiatan dimana kami harus meluangkan waktu dan membuat quality time dengan anak-anak, berdua saja alias nge-date. #yeaaaay

Jadi, kegiatannya tidak dilakukan oleh semua anggota keluarga namun hanya berdua  ibu-anak/ayah-anak. Hari ini, aku memilih bermain bersama Adik, sedangkan Abi bermain bersama Kakak. Aku memilih menghabiskan hari di luar, kupilih taman BXC sebagai tempatku menghabiskan waktu bersama Adik. Sedangakan Abi memilih bermain di rumah bersama Faqih, kudengar mereka akan melukis, ah… terbayang nanti pulang pasti rumah jadi kapal pecah #duuh

Kenapa sih kegiatan ini penting untuk dilakukan?

Untuk kami, pasangan yang memiliki dua orang anak apalagi dengan jarak dekat, pasti waktu dan perhatian menjadi tidak sepenuhnya tercurah pada satu orang anak. Dengan one to one, kami dapat membuat bonding lebih baik, anak-anak nantinya akan merasa lebih dekat dan memiliki special moment bersama Ibu atau ayahnya. Untuk jangka panjang, kegiatan ini memungkinkan anak memiliki waktu khusus untuk bercerita dengan orang tuanya sehingga mereka bisa lebih terbuka.

Dengan kegiatan ini, aku dapat memfokuskan diri bermain bersama Adik, Kakak pun bisa mendapat perhatian penuh dari Abinya. Minggu depan kami akan berganti pasangan, sehingga maisng-masing memiliki kesempatan yang sama.


nge-date bersama Adek ♡



#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3

Seven Habits for Family Project - Day 4 "Membuat Buah Indikator"


Alhamdulillah… pohom yang dibuat Abi  sudah jadi daaann… hasilnya melebihi ekspektasi.
Terima kasih Abi yang sudah bersusah payah membuat pohon ini, huhuhu… 
- tambah cinta deh *kiss*

Family Project ini sangat mengena dan terasa sekali bagi kami karena baru pada tahap awal pun kami sudah merancangnya bersama, berdiskusi panjang kali lebar, belanja alat-alat bersama, membangun pohon bersama dan nantinya kami yang akan mengisi pohon itu bersama. Saya senang sekali karena Abi sama antusiasnya dengan saya dalam membangun Seven Habits for Highly Efective Family ini, saya tidak merasa sendiri, dan itu poin pentingnya.

Kegiatan kami di awal ini akan menjadi  kegiatan pertama yang muncul dalam indikator synergize dan be proactive nanti karena Abi sangat proaktif membantu dan kami dapat bekerja sama dengan baik.

Nah hari ini, giliran aku yang bekerja untuk membuat buah indikatornya.
Ting gunting… Lis tulis… Pel tempel… jadi deh


#KuliahBundaSayang
#MyFamilyTeam
#FamilyProject
#GameLevel3

Seven Habits for Family Project - Day 3 "Membuat Pohon Indikator"


Fiuhh… ternyata setelah berdiskusi masalah indikator, mamak bingung bagaimana cara membuat pohon indikatornya hahaha…

Melihat istrinya rungsing, akhirnya  Abi bertanya “Apa yang membuat dinda merenung?” #eaaaa

Tak ayal lagi aku langsung mengeluarkan jatah 20.000 kata untuk menceritakan kegalauanku. Konsep demi konsep di kepala kujabarkan satu per satu, Abi hanya manggut-manggut sambil tersenyum entah mengerti ataukah bingung.

“hmmm… kalau gitu mah gampang, berarti buat pohonnya yang besar, satu aja, nanti tiap ranting ada buahnya yang bisa ditulis indikator. Tapi nanti buahnya bukan untuk poin ketercapaian gapapa?” papar Abi setelah mencerna ide dalam kepalaku.

“Terus pakai apa?” kataku sambil meraba bagaimana konsep pohon yang ada di kepala Abi.

“Pakai stiker bulat warna warni aja yang biasa dipakai buat media Faqih, tapi nanti buahnya jadi totol-totol, gapapa?” penjelasan Abi mulai terbentuk secara visual dalam pikiranku.

“Oke deh, tapi Abi tolong buatin pohonnya ya… pleaseee” rajukku kemudian.

Dan permintaanku dibalas dengan anggukan manis, yeaaay…
Jadilah hari ini Abi membuat pohon indikator yang sangat besaaaar….

serius banget pak buatnya 😆

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyTeam

Senin, 12 November 2018

Seven Habits for Family Project - Day 2 “MEMBUAT INDIKATOR”

Setelah family forum yang kami lakukan kemarin, mulailah saya dan Pak Suami merangkai beberapa indikator yang perlu dicapai agar dapat menjadi keluarga yang efektif. Terdapat beberapa hal yang ter-internalisasi dalam laku sehari-hari dan beberapa dalam bentuk kebiasaan rutin yang nantinya akan kami lakukan secara berkelanjutan.

Rencananya, kami akan membuat pohon indikator yang akan berbuah setiap kali salah satu anggota keluarga melakukan kebiasaan baik yang tertera dalam pohon indikator. Sebenarnya, ini hanyalah bagian dari pembiasaan dan apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan sehingga jelas ketercapaian family project ini. Buah yang muncul nantinya berupa stiker yang akan ditempelkan pada pohon indikator dan setiap anggota keluarga akan memiliki warna buah masing-masing, jadi ketahuan deh siapa yang paling disiplin menerapkan seven habits. Internalisasi sendiri akan dibantu dengan repetisi verbal terhadap kegiatan-kegiatan yang mencerminkan prilaku seven habits.

Masih abstrak ya? Hahahaha…
Namanya juga masih tahap rencana, insya Allah jika rencana ini sudah berjalan, akan jelas gambaran internalisasi seven habits for family ini. Keep stay tune Bunda J

Indikator yang telah kami susun adalah sebagai berikut:

Habit 1 #BE PROACTIVE
  • Saya adalah pribadi yang bertanggung jawab
  • Saya memiliki ide-ide creative dan selalu mengambil inisiatif
  • Saya yang menentukan apa yang akan saya lakukan, bagaimana saya bertindak dan menciptakan mood saya sendiri
  • Saya tidak akan pernah menyalahkan orang lain atas kesalahan yang saya lakukan
  • Saya melakukan hal-hal baik bahkan saat tidak ada orang di sekeliling saya.
  • Saya berani berkata TIDAK dan berani mengambil keputusan.

Habit 2 #BEGIN WITH THE END IN MIND
  • Saya selalu memiliki perencanaan yang matang
  • Saya hanya akan melakukan hal-hal yang bermanfaaT
  • Saya selalu belajar dari orang lain
  • Saya selalu tahu apa yang saya inginkan

Habit 3 #PUT FIRST THINK FIRST
  • Saya melakukan hal-hal sesuai dengan apa yang saya jadwalkan
  • Saya menghabiskan waktu untuk sesuatu yang penting
  • Mendahulukan bekerja/belajar dan bermain setelahnya
  • Saya disiplin dengan waktu
  • One to One setiap dua minggu sekali

Habit 4 #THINK WIN WIN
  • Saya selalu membuat orang lain bahagia dan tentunya membahagiakan diri saya sendiri
  • Fokus kepada solusi
  • Selalu melakukan yang terbaik
  • Menghargai orang lain
  • Saya tidak egois

Habit 5 #SEEK FIRST TO UNDERSTAND THAN TO BE UNDERSTOOD
  • Saya mendengarkan ide dan perasaan orang lain
  • Saya selalu menggunakan mata, telinga dan hati untuk mengerti keadaan orang lain.
  • Saya selalu mencoba melihat dari berbagai sudut pandang
  • Saya tidak akan menginterupsi saat orang lain sedang berbicara

Habit 6 #SYNERGIES
  • Saya orang yang berpengaruh dalam sebuah tim
  • Saya dapat bekerjasama dengan orang lain
  • Saya selalu meminta pendapat orang lain
  • Saya berani berbeda

Habit 7 #SHARPEN THE SAW
  • Membaca buku minimal satu/minggu
  • Melakukan pelatihan minimal dua bulan sekali
  • Melakukan sharing session dengan komunitas minimal 1 bulan sekalii
  • Selalu mendekatkan diri pada Allah SWT
  • Family Time every day :)

Demikianlah hasil olah konsep hari ini, selanjutnya adalah membuat pohon indikator
SEMANGAAAT…

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Sabtu, 10 November 2018

Seven Habits for Family Project - Day 1 “Family Forum”


Pada pertemuan kelas Bunda Sayang kali ini kami membahas materi mengenai “Pentingnya Meningkatkan Kecerdasan Anak Demi Kebahagiaan Hidup”. Tantangan bulan ini adalah kami harus membuat family project yang dapat mengasah kecerdasan IQ, EQ, SQ, dan AQ (untuk lebih jelasnya, bunda dapat mencari sendiri ya di mbah google terkait macam –macam kecerdasan ini J).

Oleh karena itu, Saya dan Pak Suami langsung mengadakan family forum untuk membahas apa yang nantinya akan kami kerjakan bersama. Mengapa anak-anak tidak di ajak dalam family forum ini? Ya karena mereka masih batita jadi untuk saat ini terima jadi dulu ya Kak, Dek hehehe…

Kebetulan beberapa minggu terakhir, sekolah tempat saya mengajar banyak sekali mengadakan pelatihan Seven Habits yang dicetuskan pertama kali oleh Steven Covey, sehingga saya langsung mengemukakan ide kepada si Bapak untuk menjadikan moment ini sebagai saat yang tepat untuk mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan baik di rumah. Alhamdulillah, ide saya pun diaminkan oleh Pak Suami.

Maka, mulailah kami merangkai perangkat Seven Habits for Family yang akan kami gunakan untuk mengukur ketercapaian misi keluarga kami. Seven Habits sendiri merupakan tujuh kebiasaan yang terdisi dari:

1. Be Proactive (Bersikap Proaktif).
2. Begin with the End in Mind (Memulai dengan tujuan di pikiran).
3. Put First Things First (Dahulukan yang Utama).
4. Think Win/Win (Berpikir Menang/Menang).
5. Seek First to Understand, Then to be Understood (Mengerti Dulu, Baru Dimengerti).
6. Synergize (Sinergi).
7. Sharpen the Saw (Pertajam Gergaji).

Apabila tiap individu dalam keluarga mampu menghayati dan menerapkan tujuh kebiasaan ini dalam kehidupannya, maka kami berharap keluarga kami akan menjadi keluarga yang cerdas secara intelektual, emosional, spiritual, dan mampu menghadapi tantangan demi tantangan dalam kehidupan ini.

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Selasa, 02 Oktober 2018

Belenggu Para Tokoh dalam Novel “Belenggu” Oleh Fitrian Eka Paramita


Belenggu, merupakan prosa dalam bentuk novel pertama buah karya Armijn Pane. Alasan mengapa novel ini diberi judul Belengu adalah karena para tokoh utama dalam novel ini memiliki angan-angan masa silam yang pada akhirnya akan membuat hidup mereka terbelenggu oleh angan-angan tersebut. Karena itu, tulisan ini akan mengupas hal-hal yang membelenggu para tokoh utama dalam novel Belenggu.

Tono adalah tokoh sentral dalam novel ini, Ia digambarkan sebagai seorang Dokter dan menikah dengan Tini, wanita yang berpendidikan dan modern di zamannya. Kehidupan pernikahannya dengan Tini tidak bejalan dengan mulus, karena Tini tidak dapat merepresentasikan sosok istri yang diinginkan Tono. Cintanya kepada Tini membuat Tono bersikukuh memperistri Tini, meskipun Ia tahu bahwa Tini telah memberikan cintanya pada laki-laki lain. Ia selalu berangan-angan bahwa ia dan Tini pada akhirnya akan dapat saling mencintai dan mengasihi.

Namun ternyata, setelah mereka berumah tangga sikap Tini tidak seperti apa yang diangankan oleh Tono. Tini selalu sibuk oleh kegiatan sosialnya di luar rumah. Ketika berada di rumah, Tini bersikap begitu dingin kepada Tono. Sosok istri yang dapat melayani suami justru ia temukan pada Rohayah, yang kemudian menjadi wanita simpanannya. Dalam perjalanannya, timbullah berbagai pertentangan-pertentangan dalam jiwa Tono, angan-angannya bersama Tini telah membelenggunya dalam status “Suami-istri” yang semu. Tidak hanya mimpinya bersama Tini yang membelenggu jiwa Tono, ia mulai mempertanyakan kembali keinginannya menjadi seorang Dokter. Rasa tanggung jawabnya yang besar memaksanya untuk menjadi seorang Dokter untuk membalas jasa Sang Paman yang telah membiayai hidupnya. Tono tidak benar-benar menikmati profesinya sebagai Dokter, kenikmatan justru ia peroleh saat ia bersentuhan dengan seni.

Jika Tono terbelenggu oleh angan-angan percintaan dan keraguan atas keinginannya menjadi Dokter, maka Tini dibelenggu oleh kisah cintanya di masa lalu dengan Hartono, laki-laki yang sangat dicintainya. Cintanya dengan Tono tumbuh dalam kegersangan hatinya yang telah ditinggalkan oleh Hartono. Tini tidak pernah dapat dengan lepas mencurahkan kasih sayangnya kepada Tono karena ia merasa dengan begitu ia telah membohongi Tono. Kasih sayang dan cinta yang selama ini diberikan oleh Tono justru menjadi beban dalam hatinya karena ia tidak dapat memberikan cinta yang serupa kepada Tono. Hatinya sudah layu, cintanya sudah mati karena kepergian Hartono, kekasih yang ia kira sudah meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya.

“Karena dialah… kasih sayangnya membuat aku takut, bimbang, hatiku layu, menjadi kusut di dalam, hatiku layu, menjadi kusut di dalah hatiku bertambah hampa… tidak ada yang dapat kuberikan kepadanya, lain dari pasir belaka, padang pasir, padang pasir, tiada kasih saying tempat bernaung….pada hal itulah yang dia perlu. Kasih sayang…..tidak ada apa-apa, padaku, aku kosong belaka…..” (h. 115).

Lain dengan Tini, lain pula dengan Rohayah. Cita-citanya sebagai seorang perempuan adalah menikah dengan laki-laki yang berpofesi sebagai Dokter. Dokter adalah profesi yang dianggap terhormat sejak dulu hingga detik ini, derajat dan penghasilan yang tinggi membuahkan asumsi bahwa siapa pun yang berkeluarga dengan seorang Dokter maka hidupnya akan terjamin secara materiil maupun non-materiil. Hal ini pula yang membuat Rohayah begitu terobsesi dengan Dokter, ia ingin menjadi wanita yang lebih dihormati. Rohayah yang telah mengetahui bahwa Tono telah menjadi seorang Dokter pun akhirnya meneruskan obsesinya yang sempat terhambat oleh nasib buruk yang menaungi hidupnya hingga ia terjerat dalam dunia seks komersial. Namun, setelah berhasil mendapatkan Tono, Rohayah menyadari bahwa Tono tidak pantas dijadikan sebagai bahan pelampiasan obsesi yang selama ini telah membelenggu hidupnya. Ia merasa tidak pantas berada di sisi Tono, laki-laki yang dianggap sangat baik olehnya.
           
Angan-angan masa lalu telah membelenggu jiwa ketiga tokoh dalam novel ini, namun akhirnya mereka dapat melepaskan diri dari belenggu itu. Tini akhirnya memutuskan untuk bercerai dengan Tono tanpa memperdulikan orang-orang yang memiliki anggapan buruk terhadapnya, berhenti untuk berpura-pura bahwa hubungan mereka baik-baik saja dan merelakan cintanya yang telah pupus dengan Hartono, Tini pun memilih untuk mengabdikan diri dalam kegiatan-kegiatan sosialnya. Rohayah pun memutuskan untuk melepaskan Tono, Ia telah memenuhi obsesinya untuk hidup dengan seorang Dokter, namun nuraninya mengatakan bahwa kebahagiaan yang ia rasakan adalah kebahagiaan semu, karena itu ia memutuskan untuk pergi ke Nieuw Caledonie. Sedangkan Tono, ia melepaskan diri dari angan-angannya bersama Tini dan harus merelakan kepergian Rohayah, Ia belajar untuk menenangkan diri dan kembali memantapkan hatinya untuk memperdalam ilmu kedokterannya.

Di Balik Cerpen dari Ave Maria sampai Jalan Lain ke Roma Oleh Fitrian Eka Paramita

sumber gambar : goodreads.com

Dari Ave Maria sampai Jalan lain ke Roma merupakan kumpulan cerpen Idrus dari semenjak kedatangan Jepang tahun 1942 dan sesudah 17 Agustus 1945. Kumpulan cerpen ini merupakan perjalanan proses kreatif Idrus dari cerpen yang masih berbau romantic hingga  karekteristik Idrus sebagai seorang realis kemudian tampak. Kumpulan cerpen yang banyak menggambarkan bagaimana keadaan masyarakat pada masa pendudukan Jepang ini terbagi menjadai tiga bagian, Zaman JepangCorat-Coret di Bawah Tanah, dan Sesudah 17 Agustus 1945. Maka, tulisan ini akan mencoba menemukan karekteristik Idrus di balik kumpulan cerpen dari Ave Maria sampai Jalan lain ke Roma.

Dalam Zaman Jepang terdapat cerpen Ave Maria yang masih sarat dengan tema percintaan, namun cara penceritaan Idrus melalui tokoh Zulbahri bukanlah hal yang biasa karena ia sebagai pencerita masuk dalam cerpen ini sebagai Aku yang kemudian bertemu dengan Zulbahri sebagai pengalam cerita. Sehingga pembaca seperti membaca wacana interaksional antara Aku dengan Zulbahri. Hubungan interaksional ini justru diperjalas dalam bentuk sebuah naskah sandiwara sederhana yang berjudul Kejahatan Membalas Dendam. Dalam Kejahatan Membalas Dendam, hal-hal berbau propaganda Jepang sudah mulai tercium dengan jelas walaupun kisah ini masih dibungkus dalam tema percintaan segitiga antara Ishak, Satilawati, dan Kartili.

Pada bagian Corat-Coret di Bawah Tanah, sikap skeptis Idrus telah mewarnai hampir seluruh cerpennya, ia melukiskan kehidupan rakyat dengan penderitaannya pada masa itu dengan kacamata realistis humoris. Dalam Kota-Harmoni, Idrus melukiskan sketsa dalam sebuah trem dengan rute Kota-Harmoni. Di dalam trem itu kekuasaan Jepang dan implikasinya terhadap rakyat diceritakan melalui interaksi antar penumpang  di dalamnya baik secara lisan ataupun perilaku orang-orang dalam trem tersebut. Penderitaan dan kemiskinan yang di derita oleh rakyat digambarkan kembali dalam Jawa Baru, kali ini Idrus juga tidak menghadirkan tokoh sentral dalam, ia adalah pencerita dan pemberita dalam alur cerita ini. Dalam Heiho, kritik Idrus tentang masyarakat Indonesia yang belum juga sadar bahwa Jepang adalah musuh di balik selimut sangat kentara. Dalam Heiho, diceritakan bagaimana bangganya rakyat Indonesia menjadi seorang Heiho, pembantu serdadu Jepang. Dalam cerpen ini diceritakan tentang Kartono yang bangga menjadi seorang Heiho karena ia menganggap dengan menjadi seorang Heiho ia telah berjuang demi Negara, namun istrinya marah besar karena ia menganggap Heiho adalah orang-orang yang dimanfaatkan oleh Jepang untuk berada di garis depan, seperti halnya istilah Heiho dalam rumah tangga yang berarti jongos. Membaca Kota-Harmoni, Jawa Baru, Pasar Malam Zaman Jepang, Sanyo, Fujinkai, Oh…Oh…Oh dan Heiho dalam Corat-Coret Dalam Tanah akan membuat pembaca tertawa nyinyir, meringis, dan kasihan melihat kehidupan dan pemikiran masyarakat pada masa itu, karena itulah gaya penceritaan Idrus dikatakan realistis humoris oleh H.B. Jassin dalam pendahuluan kumpulan cerpen ini.

Dalam bagian Sesudah 17 Agustus, Idrus masih mengungkapkan pandangannya tentang realitas yang ia lihat pada masa itu. Dalam Surabaya, Idrus mengkritisi banyaknya kepincangan-kepincangan yang terjadi dalam revolusi yang sedang berkobar saat itu. Sedangkan  Jalan Lain ke Roma, merupakan sintetis yang apik dari romantisme idealis Ave Maria dan Kejahatan Membalas Dendam dengan realisme yang tertuang pada cerpen-cerpen Corat-Coret di Bawah Tanah. Pencarian jati diri tokoh utama dalam Jalan Lain ke Roma merupakan cerita penutup yang mungkin diharapkan oleh pembaca, dimana pada akhirnya Open memperoleh kedewasaan dalam berpikir dan bersikap, suatu hal yang seharusnya dimiliki oleh masyarakat pada saat itu.

Komunikasi Produktif - Mengganti Kalimat Interogasi dengan Kalimat Observasi


Salah satu alasan mengapa saya sangat sulit melepas pekerjaan sebagai seorang guru adalah karena tempat tinggal kami sangat dekat dengan sekolah tempat saya mengajar. Hanya butuh dua menit berjalan kaki untuk sampai di sekolah. Dengan demikian, saya tetap dapat memantau anak-anak dan bisa pulang setiap jam istirahat untuk makan siang bersama atau sekedar memastikan keadaan di rumah terkendali.

Siang ini, saat jam istirahat, seperti biasa, saya pun pulang untuk istirahat makan siang. Belum sempat tangan ini membuka pintu, tiba-tiba PRANKKK… terdengan bunyi sesuatu – berbahan kaca – terbanting dan pecah. Tanpa ba bi bu lagi, saya langsung membuka pintu dan tadaaaa…

Saya mendapati tersangka utama masih berada di TKP sedang terkejut terhadap ulahnya sendiri. Tersangka itu diketahui bernama Faqih, usia 2 tahun 9 bulan yang terciduk menjatuhkan sebuah tutup panci kaca. Karena saya sudah cukup puas melihat tampang bersalah dan terkejut yang sangat jelas tergambar dalam raut wajah Faqih, maka saya urungkan niat hati ini untuk meratapi nasib si tutup panci. Dengan sigap, saya gendong Ia memasuki kamar dan mendelegasikan tugas membersihkan pecahan kaca yang berserakan kepada Abi. “Maaf ya Abi… umi mau praktik komunikasi” (sambil tersenyum manis dan manja hehehe)

Satu hal yang saya perhatikan, Faqih sudah mulai mengerti mana perbuatan yang salah dan yang benar atau sederhananya ia sudah dapat mengidentifikasi mana perbuatan yang membuat kami – orang tuanya – merasa senang dan tidak senang. Sehingga, setiap ia melakukan hal-hal yang kurang terpuji, gesture bersalahnya akan nampak sekali seperti menunduk, terkejut sendiri, lari ke dalam kamar, atau menutup mulut dengan kedua tangannya. Itulah yang saya maksud cukup puas dengan ekspresi bersalahnya kala menjatuhkan si tutup panci hingga berkeping-keping.

Setelah berada di kamar, saya pun memulai percakapan.

“Kakak kaget ya?...”

“Tadeeeet (kaget)” pekiknya setengah berteriak seakan senang sekali perasaanya terkonfirmasi.

“Sakit?”
Kali ini dijawab dengan gelengan kepala

“Umi… tutup jatoh…” ia berusaha untuk bercerita

“Iya kak, lain kali hati-hati ya…”

“Tima Kasiih (terima kasih)” ungkapnya.

Loh kenapa Faqih berterima kasih ya? Saya pun menduga-duga, mungkin ia pikir saya akan marah dan berterima kasih karena ternyata saya tidak meninggikan suara atau ia berterima kasih karena saya sudah mencoba memahami apa yang ia rasakan?

Setelah mempelajari komunikasi produktif, saya memang jarang sekali marah. Karena saya mulai menyadari bahwa ketika marah, saya telah menebarkan energi negatif yang tidak ada faedahnya sama sekali. Ketika ada orang lain tidak melakukan apa yang saya inginkan, saya mulai merefleksikan diri, apakah gaya berkomunikasi saya sudah benar? Apakah saya sudah memberi intruksi dengan benar sehingga mereka mengerti apa yang saya maksud?

Ternyata dengan mengganti kalimat interogasi dengan kalimat observasi dapat membantu kita dalam mengolah emosi, karena kita dipaksa untuk memahami kondisi orang lain terlebih dahulu. Setelah orang lain menerima empati yang kita berikan, orang tersebut akan terbuka untuk menceritakan alasan mengapa ia berbuat seperti itu, saat alasan yang diberikan logis maka kita pun dapat memaklumi dan akhirnya dapat berpikir rasional. Ingat poin pertama dalam komunikasi produktif adalah dahulukan nalar daripada emosi. Jadi, benarlah salah satu hadis yang mengatakan “Janganlah marah maka bagimu surga”. Semangat berbahagia bunda pembelajar…


#hari10
#gamelevelsatu
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesonal

Komuniasi Produktif - Mengganti Nasihat dengan Refleksi Pengalaman

“Anak laki-laki, ga jantan kalau tidak ada bekas luka…”

Seorang teman pernah berceloteh demikian, padahal kenyataannya saya sebagai anak perempuan yang –dulu dibilang- sangat aktif pun selalu memiliki bekas luka. Tetapi, kali ini saya berterima kasih terhadap pengalaman yang meninggalkan kenangan manis di lutut, jidad, dan beberapa tempat lain yang justru membuat saya lebih mudah mempraktikan salah satu poin dalam komunikasi produktif yaitu “Mengganti Nasihat dengan Refleksi Pengalaman”. Ya, pengalaman memang selalu menjadi guru terbaik. Bahkan, saya sendiri sangat senang belajar dari kisah-kisah inspiratif sesorang dibandingkan dengan pemberian motivasi-motivasi yang hanya berbentuk kalmat-kalimat imperative dan persuasif.
***
Seperti hari-hari yang lainnya, Faqih bermain di halaman, berlari-lari mengejar anak ayam tetangga dan sesekali mengejar kupu-kupu yang terbang berlalu lalang, sungguh pemandangan yang menyejukkan mata. Namun, sesuatu menarik perhatiannya, di atas sebuah pohon jambu yang tidak seberapa besar namun cukup tinggi dibanding tubuh mungilnya. Di sisi pohon tersebut bersandar sebuah tangga yang memang dijadikan tempat bertengger ayam. Ia pun membiarkan tubuhnya memuaskan rasa keingintahuannya pun saya melakukan hal yang sama dengan membiatkannya bereksplorasi. Pelan-pelan ia naiki tangga tersebut dengan harapan dapat memastikan apa yang dilihatnya tadi. Sayangnya, kaki mungilnya belum cukup mantap untuk menyeimbangkan gerakan tubuhnya dan akhirnya... GUBRAAK  “adddddduuuuuhh…. Tolong….” Insiden yang tak terhindarkan pun terjadi…

“Kakak… sakit ya?” saya memberikan sedikit empati untuk menenangkan hatinya.

“adduuhh… sakit” Faqih sediki mengeluh tapi saya rasa tidak cukup sakit untuk membuatnya menangis, saya pun mengajaknya kedalam rumah untuk membersihkan luka dan kotoran di dengkul dan tangannya.

“Kakak… lihat deh, sama kan?” dengan bangganya saya menunjukkan bekas luka yang terdapat di lutut, kanan dan kiri.

“Umi juga pernah jatuh, dulu... umi suka naik naik ke pohon, karena umi tidak hati-hati, terus keluar darah banyak sekali…” ujar saya bercerita.

“umi… sama… sakit uga” balasnya mulai tertarik

“Iya kak, kalau tidak hati-hati bisa jatuh ya kak, kalau naik-naik nanti seperti umi, nih, sakit… Jadi, kalau bermain kita harus bagaimana kak supaya tidak sakit?”saya pun mulai mengonfirmasi apa yang Ia tangkap.

“hati-hati” yess… he got it!

Setelah percakapan sederhana itu, saya kembali teringat akan sesuatu yang membuatnya sangat penasaran tadi.

“Kak, kakak tadi mau lihat apa si?”

Tanpa menjawab  dengan kata-kata, Ia langsung pergi ke pohon jambu tadi.

“Umi… tolong” sambil membentangkan tangannya, pertanda ia minta digendong, dan permintaannya pun saya kabulkan dengan senang hati.

“Ulaaaatt” pekikinya. 

Ternyata sesuatu itu adalah seekor ulat bulu berwarna hijau. Hay , ulat bulu manis, terima kasih untuk pelajaran hari ini yah….






#hari9

#gamelevelsatu
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional